Site icon www.polten.co.id

Dorong Soft Power Diplomacy, KBRI Quito Suguhkan “Malam Budaya Indonesia” di Ekuador

Quito, Ekuador — Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Quito menggelar Malam Budaya Indonesia (Noche de la Cultura de Indonesia) sebagai upaya promosi seni dan budaya yang diselenggarakan di Kampus Universitas UTE, Quito, pada Rabu (26/8). Pagelaran budaya ini juga merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menyambut peringatan ke-217 Primer Grito de Independencia de Ecuador.

Kegiatan diawali dengan mengheningkan cipta untuk mendoakan para korban terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sajian ragam seni Nusantara yang dibawakan oleh penari dan nayaga asal Ekuador. Penampilan dibuka dengan Gending Monggang dan Gending Tratagan lengkap dengan pembacaan siloka, dan dilanjutkan dengan Tari Kinang Kilaras khas Betawi, Tari Rantak asal Sumatra Barat, hingga Tari Topeng Klana Cirebon, yang diiringi Gending Gonjing Kering.

Salah satu sorotan utama pada acara ini adalah pertunjukan musik Tardanong, yaitu genre musik eksperimental baru yang lahir di Casa de la Cultura de Indonesia. Tardanong memadukan musik Bomba khas Ekuador dengan instrumen gamelan Indonesia seperti kendang dan kenong yang dikolaborasikan bersama gitar modern.

Dalam kesempatan ini, Duta Besar RI untuk Ekuador, Imam As’ari, mengapresiasi para siswa Ekuador yang mampu menguasai seni gamelan dan tarian tradisional Indonesia setelah menjalani pelatihan intensif. Dubes Imam As’ari juga turut mengajak masyarakat Ekuador untuk bergabung dalam kelas budaya yang diselenggarakan oleh Casa de la Cultura de Indonesia.

Rangkaian malam budaya ini menegaskan pentingnya promosi budaya sebagai bagian dari soft power diplomacy untuk memperkuat hubungan antarmasyarakat, sekaligus menjadi fondasi dalam memperluas kerja sama ekonomi dan politik antara Indonesia dan Ekuador.

Exit mobile version