oleh

Disaksikan Presiden Prabowo, Pertamina dan Halliburton Teken MoU Pemulihan Lapangan Minyak

PT Pertamina (Persero) resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama pemulihan lapangan minyak (oilfield recovery) dengan Halliburton.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri dan President Director PT Halliburton Indonesia Ankush Balla, serta disaksikan langsung oleh Prabowo Subianto, Rabu (18/2).

Kesepakatan ini menjadi bagian dari 11 nota kesepahaman investasi yang diteken Pemerintah Indonesia bersama pelaku usaha dalam forum Indonesia–US Business Summit yang berlangsung di U.S. Chamber of Commerce, Washington D.C., Amerika Serikat, pada Rabu (18/2) waktu setempat.

Baca Juga  Wapres Dorong Inovasi Offtaker untuk Serap Hasil Panen Petani

Kolaborasi ini dinilai sebagai langkah konkret dalam memperkuat kerja sama strategis Indonesia dan Amerika Serikat, khususnya di sektor energi.

Dalam kesempatan US – Indonesia Exclusive Business Roundtable, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan optimisme terhadap masa depan hubungan kedua negara.

Ia menegaskan bahwa kunjungan tersebut membawa agenda strategis, termasuk penyelesaian perjanjian dagang besar antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Baca Juga  Peningkatan Indikator Kinerja, Kepala Rutan Bangil Hadiri Evaluasi Capaian Kinerja Triwulan III dan Percepatan Anggaran Triwulan IV Tahun 2024

“Saya juga berada di sini untuk menyelesaikan sebuah perjanjian perdagangan besar antara kedua negara kita.

“Kita telah bernegosiasi sangat intens selama beberapa bulan terakhir, dan saya pikir kita telah mencapai kesepakatan yang solid dalam banyak isu,” ujar Presiden Prabowo.

Menurutnya, perjanjian dagang tersebut diharapkan menjadi pendorong utama penguatan kemitraan ekonomi kedua negara.

Baca Juga  Rutan Bangil Lakukan Studi Tiru Dapur di Rutan Cipinang, Tingkatkan Kualitas Pelayanan Makanan untuk Warga Binaan

Berbagai kesepakatan penting telah ditandatangani, baik di tingkat pemerintah maupun pelaku usaha, termasuk tindak lanjut isu keseimbangan perdagangan.

“Saya menantikan perjanjian perdagangan ini sebagai dorongan besar bagi kelanjutan kemitraan ekonomi dan kerja sama ekonomi antara Amerika Serikat dan Indonesia,” ungkapnya.

News Feed