Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto memberikan Tanda Kehormatan Satyalancana Pembangunan dan Satyalancana Wira Karya Tahun 2025 kepada delapan insan PLN Group yang dinilai berjasa di sektor energi nasional.
Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia di Jakarta pada Rabu (6/5).
Penghargaan tersebut menjadi bentuk penghormatan negara atas kontribusi dan pengabdian nyata dalam pembangunan nasional.
Pemberian tanda kehormatan ini diberikan kepada individu yang dianggap memiliki prestasi, inovasi, serta dedikasi tinggi dalam mendukung kemajuan bangsa.
Selain itu, penghargaan tersebut juga menjadi pengakuan atas loyalitas dan kerja keras para pegawai PLN Group dalam menjalankan tugas di sektor ketenagalistrikan dan energi nasional.
Dalam sambutannya, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengajak seluruh insan di lingkungan Kementerian ESDM maupun BUMN energi untuk terus memperkuat kolaborasi dan menjaga semangat kerja demi mendukung visi besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Kita harus mampu menerjemahkan kebijakan-kebijakan yang bisa diimplementasikan sesuai dengan apa yang diarahkan dan apa yang menjadi program Bapak Presiden,” ujar Bahlil.
Secara terpisah, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya terhadap para pegawai PLN yang menerima penghargaan tersebut.
Ia menilai penghargaan ini tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga mencerminkan kehormatan seluruh keluarga besar PLN dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Indonesia.
“Anugerah ini adalah kehormatan bagi seluruh keluarga besar PLN. Ini merupakan buah dari semangat pengabdian dan inovasi tanpa lelah yang dilakukan insan PLN untuk menghadirkan terang hingga ke ujung negeri,” ucap Darmawan.
Menurut Darmawan, penghargaan tersebut juga menjadi motivasi tambahan bagi PLN untuk terus mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya dalam memperkuat ketahanan dan swasembada energi nasional.
PLN disebut akan terus mengembangkan kualitas sumber daya manusia sebagai kekuatan utama dalam menjalankan transformasi energi di Indonesia.











