oleh

Bapak Bangsa, Warga Dan Para Aktivis Indonesia

Saya bersyukur mengenal dan bisa menimba ilmu langsung ke beliau. Sosok pembelajar sekaligus mentor ulung untuk banyak aktivis muda Indonesia.

Sebagai KOREA_meminjam istilah bambang pacul, kami sering “ngaji” banyak hal ke beliau. Sekali duduk ngariung bisa 2 s/d 4 sks_kalau waktu beliau sedang senggang. Temanya macam-macam: soal politik, kepemudaan-kepelajaran, ekonomi-bisnis bahkan ilmu “yahana-yahanu” yang tak diajarkan di kampus atau padepokan manapun sebagai syarat MELENTING.

Baca Juga  Sekjen Makali Kumar Pimpin Musprov SMSI Kaltim 2025, Wiwid Mahendra Terpilih Jadi Ketua Periode 2025-2029 Tanpa Voting

Banyak prinsip-prinsip dasar dan nilai yang beliau tanamkan pada kami anak-anak muridnya. Salah satunya dan yang beliau jalankan sendiri dalam keseharian hidup beliau adalah nilai pada falsafah Jawa:

“Mikul dhuwur mendem jero”. Falsafah Jawa yang berarti menjunjung tinggi kebaikan atau kehormatan (orang tua, guru, atau pemimpin) dan mengubur dalam-dalam aib serta keburukan masa lalu.

Baca Juga  Kunjungi Sekretariat SMSI Pusat, Ketum Partai Prima Apresiasi Penerbitan Aset Digital Crypto CYN

Prinsip ini juga yang menurut keyakinan kami menjadikan beliau tetap tegak berdiri kokoh sebagai bapak bangsa warga dan para akitivis Indonesia.

Hari ini beliau berulang tahun yang ke 58. Kami doakan beliau tetap sehat, dimudah-lancarkan dalam mengemban tugas dan dilindungi-rahmati dalam hidup dan pengabdian. Aamiin 7x sekali napas.

Ahmad Jojon Novandri

Baca Juga  DPR Nilai Tepat Strategi KSAD Soal Penanganan Konflik Papua

News Feed