oleh

Bahas Upaya Penguatan Diseminasi KTT D-8, Kemensetneg Sambangi Universitas Islam Internasional Indonesia

Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) melakukan kunjungan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) dalam rangka diskusi penguatan kerja sama strategis di bidang pendidikan, diplomasi, serta peran aktif Indonesia dalam forum internasional, khususnya Developing Eight (D-8), di Kampus UIII, Depok, Jumat (13/02/2026).

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kemensetneg, Eddy Cahyono Sugiarto, menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam mendukung agenda strategis nasional, termasuk diplomasi Islam, pendidikan ideologi kebangsaan, serta isu-isu global seperti Palestina.

“Kami di Kemensetneg memastikan seluruh tugas dan arahan Presiden dapat kita dukung secara optimal. Salah satunya dengan menggaungkan cita-cita bangsa melalui kolaborasi bersama UIII sebagai pusat keilmuan dan diplomasi,” ujar Eddy.

Baca Juga  Pengarahan Kalapas Batam kepada Warga Binaan tentang Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dan Pilkada Tahun 2024

Dalam diskusi tersebut, Eddy menekankan pentingnya integrasi berbagai program, termasuk kunjungan industri, penguatan narasi publik, serta penyusunan program kolaboratif yang konkret dan berkelanjutan. Ia berharap kerja sama ini dapat menghasilkan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan dan diplomasi Indonesia di tingkat global.

Rektor UIII, Prof. Jamhari Makruf, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Kemensetneg terhadap pengembangan UIII. Menurutnya, UIII memiliki potensi besar untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam berbagai program lintas kementerian, mulai dari Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan, hingga Kementerian Luar Negeri.

“Kami memiliki berbagai program riset, penguatan indeks ekonomi syariah, kerja sama internasional, serta pengembangan jejaring akademik global. Semua ini sangat terbuka untuk dikolaborasikan bersama pemerintah,” jelas Jamhari.

Baca Juga  Kemenkum Malut Harmonisasi Tiga Ranperda Haltim, Termasuk Perlindungan Pekerja Lokal

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Sosial (Faculty of Social Sciences/FOSS) UIII, Dr. Philips Vermonte, menilai UIII memiliki posisi strategis sebagai platform akademik dan diplomasi. Menurutnya, keterlibatan UIII dalam agenda D-8 dapat memberikan nilai tambah, khususnya dalam penguatan peran mahasiswa dan sivitas akademika dalam diplomasi publik.

“UIII bisa menjadi pusat aktivitas, mulai dari diskusi, publikasi, hingga keterlibatan langsung mahasiswa, agar kerja sama ini tidak berhenti pada seremoni semata, tetapi menghasilkan komitmen nyata,” ujar Philips.

Dalam kesempatan tersebut, turut dibahas rencana penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 yang akan digelar dalam waktu dekat. Kemensetneg bersama UIII berkomitmen menyiapkan berbagai agenda pendukung, termasuk pra-konferensi, diskusi tematik, publikasi, serta pelibatan mahasiswa sebagai relawan dan mitra pengetahuan (knowledge partner).

Baca Juga  Wujudkan Generasi Sehat, Indomaret dan Pemkab Lebak Berkolaborasi Penuhi Gizi Anak

Eddy menambahkan bahwa informasi dan masukan dari pertemuan ini akan menjadi bahan penting dalam penyusunan langkah strategis Kemensetneg ke depan. “Kami berharap kolaborasi ini dapat menghadirkan manfaat nyata, tidak hanya bagi institusi, tetapi juga bagi masyarakat luas,” tuturnya.

Diskusi berlangsung konstruktif dan ditutup dengan kesepakatan untuk menindaklanjuti kerja sama melalui pertemuan teknis lanjutan serta penyusunan konsep program kolaboratif yang lebih terarah dan berdampak. (SZ – Humas Kemensetneg)

News Feed