Apple Vision Pro ternyata tidak cuma menarik untuk menonton film atau bekerja dengan layar virtual. Sebuah studi terbaru menemukan headset ini bisa memangkas waktu operasi mata rata-rata hingga 19 persen.
Penelitian dari Shiley Eye Institute, UC San Diego, menguji Vision Pro dalam operasi endoskopi saluran air mata. Peneliti membandingkan 16 operasi menggunakan Vision Pro dengan 16 operasi yang masih memakai layar standar.
Hasilnya cukup menarik. Operasi dengan Vision Pro rata-rata selesai dalam 34,4 menit, sedangkan metode dengan layar standar membutuhkan 42,7 menit.
Lima dokter bedah yang terlibat dalam penelitian juga mengatakan lebih menyukai Vision Pro karena beban fisik dan mental terasa lebih rendah selama operasi. Salah satu alasannya berkaitan dengan posisi tubuh. Dengan headset, dokter bisa tetap melihat tampilan prosedur di depan mata tanpa harus berulang kali menoleh ke layar yang dipasang di dinding. Menariknya lagi, seluruh operasi dalam penelitian disebut berhasil dilakukan tanpa komplikasi.
Peneliti memperkirakan penggunaan Vision Pro juga berpotensi menghemat biaya hingga USD 420 atau sekitar Rp7,4 juta per prosedur, terutama dari berkurangnya waktu penggunaan ruang operasi. Ukuran headset yang jauh lebih ringkas dibandingkan perangkat display konvensional juga bisa menjadi keuntungan tambahan.
Namun, jangan buru-buru menganggap Vision Pro bakal menggantikan perangkat medis khusus. Penelitian ini masih melibatkan hanya 32 operasi, dilakukan di satu pusat medis, hanya menguji satu jenis prosedur, dan tidak menggunakan randomized trial.
Artinya, masih dibutuhkan penelitian dengan jumlah pasien dan dokter yang lebih besar untuk memastikan apakah hasil serupa juga muncul pada jenis operasi lain. Tapi paling tidak, saat ini Vision Pro mulai punya alasan yang lebih serius untuk dipertimbangkan di ruang operasi, bukan sekadar sebagai headset mahal.











