Cilegon, 31 Agustus 2026 — Sebanyak 98 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Banten mengikuti kegiatan Penguatan Kapasitas SDM, Prosesi Pembaretan, dan Pelantikan PNS di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cilegon, Senin (31/8). Kegiatan dibuka oleh Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Ditjenpas Banten, Raja Muhammad Ismael Novadiansyah, yang juga bertindak sebagai ketua pelaksana.
Rangkaian kegiatan diawali dengan materi peningkatan kapasitas SDM dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Cilegon. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan long march yang terbagi dalam sembilan pos, dengan materi seputar ASN dan Pemasyarakatan sebagai bagian dari proses pembentukan karakter, kedisiplinan, ketahanan mental, dan pemahaman tugas sebagai insan Pemasyarakatan.
Rangkaian selanjutnya diisi dengan tradisi pembaretan yang diawali dengan siraman air bunga oleh para Kepala UPT di lingkungan Kanwil Ditjenpas Banten. Prosesi dilanjutkan dengan penghormatan dan mencium Bendera Merah Putih sebagai simbol penghormatan terhadap negara serta peneguhan komitmen pengabdian. Baret Pemasyarakatan sendiri menjadi simbol kehormatan, identitas, kebersamaan, disiplin, dan kesiapsiagaan.
Raja menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi merupakan bagian dari proses pembentukan karakter dan mental para CPNS. “Pembaretan ini bukan sekadar sebuah tradisi, tetapi menjadi bagian dari proses membentuk karakter, kedisiplinan, kekompakan, dan rasa tanggung jawab sebagai insan Pemasyarakatan. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap rangkaian dengan sungguh-sungguh dan mengambil nilai-nilai yang diberikan sebagai bekal dalam pelaksanaan tugas,” ujar Raja.
Puncak prosesi ditandai dengan penerimaan Surat Keputusan (SK) yang diberikan langsung oleh Kepala Kanwil Ditjenpas Banten, Lili, kepada para CPNS. Dalam sambutannya, Lili menegaskan bahwa menjadi ASN, khususnya sebagai bagian dari jajaran Pemasyarakatan, merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Ia meminta para CPNS memiliki integritas, disiplin, loyalitas, profesionalisme, kepedulian, serta keberanian dalam menegakkan aturan dan kebenaran.
“Ketika Saudara mengenakan baret Pemasyarakatan, maka melekat pula tanggung jawab untuk menjaga nama baik institusi. Jadilah petugas yang tegas tanpa arogan, humanis tanpa kehilangan kewibawaan, disiplin tanpa mengabaikan rasa kemanusiaan, dan loyal tanpa mengorbankan integritas,” ujar Lili. Ia juga menekankan pentingnya mengutamakan pendidikan mental serta keselamatan, keamanan, dan kesehatan selama proses pembinaan.
Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan malam keakraban melalui api unggun yang menjadi momentum mempererat kebersamaan dan kekompakan para CPNS. Melalui kegiatan ini, Kanwil Ditjenpas Banten mendorong terbentuknya ASN Pemasyarakatan yang berkarakter, berintegritas, disiplin, dan profesional sebagai bagian dari upaya mewujudkan jajaran Pemasyarakatan Banten yang semakin profesional, responsif, berintegritas, modern, dan akuntabel.








